Jodoh Diusia Galau, Dicari atau Dinanti

 *Resume Kajian*  

 *: Jodoh di usia galau : dicari atau dinanti*
 *: Masjid Agung Al Azhar*
‍♀ *: Ust. Hilman Fauzi*

Statement yang sering hadir dalam kehidupan kita seputar jodoh.

1. "JODOH DI TANGAN TUHAN"
Sekilas benar, namun sebetulnya ini tidak sepenuhnya benar, ada kekeliruan pemahaman di dalamnya. Pemahaman ini biasanya membuat seseorang tidak berusaha yang kemudian putus asa. Padahal harus ada ikhtiar yang dilakukan.
Didalam QS. Al hujurat : 13 kita dapat bahwa Jodoh itu indikatornya bukan "kesamaan" sebab Allah memang menciptakannya berbeda-beda untuk saling berkenalan.
Ta'aarafuu -> bermakna saling. Berarti harus ada usaha kedua pihak untuk mengenal.

Jodoh bukan semata-mata ditangan Tuhan, tapi harus dicari.

2. "JODOHMU CERMINAN DIRIMU"
Pemahaman ini benar, tapi tidak mutlak dilihat dari hasilnya, melainkan melalui proses.
Dalam Surat An Nur : 26
Jika dipahami parsial, ayat ini membuat seseorang yang merasa dirinya banyak dosa atau ahli maksiat akan merasa putus asa karena merasa tidak mungkin berjodoh dengan orang baik. Padahal Allah katakan "ulaaika mubarra 'uuna mimmaa yaquulun" Jika dia bersungguh-sungguh berubah menjadi baik, "lahum maghfiratun warizqan kariim", ada ampunan Allah baginya dan rezeki yang baik."

Semakin kita sibuk mencari, semakin lelah kita mengejarnya. Apalagi jika terlalu banyak kriteria kita. Mengejar manusia itu melelahkan, apalagi jika yang dikejar adalah ukuran dunia.

Tidak harus baik sekarang, yang terpenting berusaha untuk selalau jadi baik.

3. JODOH PASTI BERTEMU
Jika benar kenapa diri kita tetap galau? "Karena gak tau kapan bertemunya ustaz!"
Coba kita lihat Surat Ar Rum: 21
"Dan diantara tanda-tanda KEKUASAAN ALLAH..."

Maka urusan jodoh adalah urusan kekuasaan Allah

Sakinah itu didapatkan dari proses yang tentunya setelah menikah. Maka ketika kamu telah bertemu jodohmu, namun dia tidak membuat taqwamu pada Allah bertambah, dan tidak membuatmu makin dekat dengan Allah berarti ada yang salah pada apa yang telah kita lakukan. Bisa jadi kita lupa bahwa Jodoh kita dapatkan bukan sekedar karena kesiapan dan kapasitas kita, padahal Jodoh adalah "min aayaatihi" , "Diantara tanda-tanda KEKUASAN-Nya".

Maka harus dicari atau dinantikah jodoh kita? Dicari dan dinanti yang tetap dalam koridor syariat yang telah Allah tentukan.


-Nadia Rizki-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja